Tuan memang seperti senja.Yang tak dapat tergapai. Tuan memang seperti angin.Yang tak dapat tersentuh.Namun Tuan, aku mengagumimu.Biarkan senja itu tetap disana. Datang dan menghilang begitu cepat, laksana daun yang tertiup oleh deburan angin sore.Biarkan angin itu lewat disana. Datang menerbangkan dedaunan dan membawanya singgah ke tempat yang ku sebut cinta. Kita akhiri ini sampai disini Tuan.Hingga kamu tidak melihat seujung mata ini menatap wajahmu lagi. Hingga kamu tidak kembali dan aku yang terluka dan merindu sendiri.
Pamungkas, aku tidak menyalahkan lagumu, sungguh. Hanya saja, memang tidak bisa.
https://open.spotify.com/playlist/1TsrD2MvDp6U3KSCSKhNgL?si=_R4Y3tAESB-hwQpAZiB79w
Tidak ada komentar:
Posting Komentar