Sabtu, 16 November 2024

Tak Terkira

Aku mengira, senja itu kamu.
Aku mengira, senja itu ikut menatapku.
Namun, kamu bukan sang senja.
Namun, kamu tidak pernah menatapku.

Sampai saat ini, rasaku bertahan disini.
Ku kira ungkapan itu untuk aku.
Ku kira ungkapan itu hanya untuk aku.
Sampaiku sadari, itu semua salah.

Bahkan kita tidak pernah memulai apapun. 
Namun, aku sudah terjatuh dan terluka dibawah sini.
Bahkan kamu merasa tidak pernah memberi harapan apapun bukan?
Namun, aku sudah terlanjur berharap dan berekspetasi sendiri.

Apakah kamu tahu? Aku menunggu kamu hampir setiap hari. 
Apakah kamu tahu? Aku merindukan senyuman kamu hampir setiap hari.
Apakah kamu tahu? Aku sedang terluka disini sendiri. 

Apakah kamu tahu, hal sekecil coklat itu saja dapat membuat aku jatuh cinta padamu. Namun, kamu mungkin tidak pernah menyadarinya. 


Jumat, 15 November 2024

Senja

  Aku, menunggu waktu senja tiba.

  Aku, menunggu waktu matahari tergelincir.

  Aku, menunggu waktu dirimu tiba.

  Aku, menunggu waktu dirimu hadir.


Mengapa selalu aku yang ditakdirkan untuk menunggu, akankah ada seseorang yang akan menungguku dipenghujung jalan ini?

Mengapa selalu aku yang ditakdirkan untuk merasakan semua ini, akankah ada seseorang yang akan merasakan ini?

Mengapa aku selalu berpikir demikian? Apakah aku seonggok tanaman yang tak pandai bersyukur.

Tentang Akhir Cerita

Seperti yang sudah kita duga, semuanya akan menjadi asing. Bahkan sahabat sedekat nadi pun pada akhirnya akan berpisah juga. Aku seolah pali...