Kamis, 05 Desember 2024

Sang Ungkapan Angin

  Engkau mempertemukan diriku dengannya bukan tanpa sebab. Semua hal yang terjadi bukan hanya karena kata kebetulan, namun karena memang diriku yang ditakdirkan untuk bertemu dengan dirimu. 

  Saat itu takdirmu pun menuntun dirimu untuk melangkah ke arahku, dan bertemu di tempat dan waktu yang tepat denganku.

  Dirinya yang memberiku sebuah awal perkenalan yang manis. Disertai sepucuk surat yang akan selalu ku simpan, hingga alam semesta raib tertepa hangatnya takdir yang pahit.

  Terkadang, dirinya nampak seperti dekat dariku. Dan terkadang, dirinya juga nampak begitu jauh dariku. Namun, dirinya dan diriku untungnya masih berada di bawah kaki langit yang sama. Menghirup udara yang sama, menginjak tanah yang sama, dan menatap langit yang sama.

  Biarlah perasaan yang Engkau tanamkan ini raib seperti lembaran-lembaran daun yang jatuh ke atas bumi dan terbang terbawa soraian angin. Namun, sang daun tak pernah menyesal dan membenci sang angin. Karena itu lah takdirnya. Semua adalah tentang menerima, mengiklaskan, mencintaimu dalam lautan doa-doa yang menembus langit yang selalu dirimu tatap itu.

  Dari : Ungkapan yang tak akan pernah tersampaikan kepada dirimu.



Rabu, 04 Desember 2024

Dipenghujung Cerita

Dipenghujung cerita, dirimu juga akan hilang.

Tak akan pernah ditemukan kembali, hingga sang maha kuasa mempertemukan.

Dipenghujung cerita, hanya aku yang mengingat rasa dan pertemuan itu. 

Dan dirimu bahkan tidak pernah merasa, apa yang diriku rasa.

Minggu, 01 Desember 2024

Istimewa

 Mengapa aku merasa Tuan hanya menganggapku sebagai seekor lebah? 

 Mengapa aku merasa Tuan hanya menganggapku sebagai seonggok manusia?

 Sedang aku menganggap Tuan sebagai sebuah pohon kehidupan. 

 Sedang aku menganggap Tuan sebagai seseorang yang istimewa.

Sabtu, 16 November 2024

Tak Terkira

Aku mengira, senja itu kamu.
Aku mengira, senja itu ikut menatapku.
Namun, kamu bukan sang senja.
Namun, kamu tidak pernah menatapku.

Sampai saat ini, rasaku bertahan disini.
Ku kira ungkapan itu untuk aku.
Ku kira ungkapan itu hanya untuk aku.
Sampaiku sadari, itu semua salah.

Bahkan kita tidak pernah memulai apapun. 
Namun, aku sudah terjatuh dan terluka dibawah sini.
Bahkan kamu merasa tidak pernah memberi harapan apapun bukan?
Namun, aku sudah terlanjur berharap dan berekspetasi sendiri.

Apakah kamu tahu? Aku menunggu kamu hampir setiap hari. 
Apakah kamu tahu? Aku merindukan senyuman kamu hampir setiap hari.
Apakah kamu tahu? Aku sedang terluka disini sendiri. 

Apakah kamu tahu, hal sekecil coklat itu saja dapat membuat aku jatuh cinta padamu. Namun, kamu mungkin tidak pernah menyadarinya. 


Jumat, 15 November 2024

Senja

  Aku, menunggu waktu senja tiba.

  Aku, menunggu waktu matahari tergelincir.

  Aku, menunggu waktu dirimu tiba.

  Aku, menunggu waktu dirimu hadir.


Mengapa selalu aku yang ditakdirkan untuk menunggu, akankah ada seseorang yang akan menungguku dipenghujung jalan ini?

Mengapa selalu aku yang ditakdirkan untuk merasakan semua ini, akankah ada seseorang yang akan merasakan ini?

Mengapa aku selalu berpikir demikian? Apakah aku seonggok tanaman yang tak pandai bersyukur.

Senin, 16 September 2024

Apakah

 Apakah akan ada bintang yang melihat rembulan? 

 Apakah akan ada bintang yang merindukan rembulan?

 Apakah akan ada manusia yang menatap redupnya jiwaku? 

 Apakah akan ada manusia yang menyapa halus mataku? 

Tentang Akhir Cerita

Seperti yang sudah kita duga, semuanya akan menjadi asing. Bahkan sahabat sedekat nadi pun pada akhirnya akan berpisah juga. Aku seolah pali...